Nenyok’s Posterous

Just simple things at all.. 

senjaku

 

Aku dan senja nyaris tak terpisahkan Dimensi yang saling menghibur Kala rasa terasa tak bermuara...

Comments [0]

Mata Elang (ku)


Hhmm, Pagi Suaz!!!
Tiba-tiba terinspirasi satu lagu, aku ingin menuliskan apa yang terlintas di pikiranku, jarang sekali aku menulis untukmu, khusus untukmu kan? ya aku tau mungkin kau juga ga akan membacanya hingga kutunjukkan tulisanku ini, tapi itu bukan masalah, yang paling penting aku tahu aku selalu ada di hatimu. :)
Ingat tidak? saat aku sering mengatakan aku tak mengerti kenapa aku dulu begitu menyukaimu, nyaris tergila-gila jatuh cinta yang kurasa, padahal kau sepenuhnya bukanlah lelaki impianku yang biasa kutuliskan di roman-roman picisan puisi-puisi pendekku, aku suka lelaki dengan kulit agak hitam, rambutnya lurus, berkacamata, tinggi, dingin dan sedikit sangar mungkin, ya seperti Kevin Bacon misalnya he..he..tapi yang ada dirimu malah kebalikannya kan? kamu ga terlalu tinggi untuk ukuran laki-laki, kulitmu putih, rambut ikal, tak berkacamata tapi memang sedikit dingin siy, meskipun rasa dingin itu lama-lama jadi masalah karena aku kadang tak suka juga, dirimu selalu saja mengiyakan segalanya, jarang sekali protes dengan kata-kataku, padahal aku kan perlu lawan yang seimbang...:D
He..lucu ya, eh pasti kau juga begitu kan, bukannya kau tidak suka perempuan keras kepala, terlalu mandiri kadang, berbicara sok rasional dan manja..tapi nyatanya kau mendapatkan aku, kau juga tergila-gila akan aku, layaknya frekuensi yang selalu tersambung dengan amplitudo tinggi, hmm aku yang dulu sering memintamu bahkan untuk marah, abis kau jarang sekali marah..aku jadi kesal..kalau aku bicara kau paling banyak hanya terdiam...
Tapi kenapa kemudian dengan segala yang tidak kita sukai satu sama lain akhirnya bisa klop juga ya, ibaratnya aku hitam kau putih, kita berbeda sekali..atau mungkin sebenarnya aku sudah tersihir dengan mata elangmu dan kau tersihir dengan kekeraskepalaanku plus segala manjaku yang luar biasa, ingat ga? saat aku menangis cuma karena pengen makan mie mentah campur bumbunya malam-malam gara-gara sorenya aku ngeliat anak kecil makan itu, trus kau keluar  mencari warung yang masih buka di larut yang gelap tanpa kata..atau saat aku minta digendong ditanjakan yang lumayan cuma gara-gara pengen ngikutin kayak di drama-drama korea, waktu kau kau mengeluh karena aku berat..ya memang dulu aku tidak sekurus sekarang, kini kau yang malah agak gemuk..kan?
Ah Cinta..kenangan antara kita terlalu banyak untuk diungkapkan..satu hal yang aku suka saat kita berjalan di bawah temaram sinar rembulan, kau memeluku erat, sepertinya kau khawatir dengan tubuh mungilku yang menggigil diterpa angin malam yang dingin..
Ah Cin, apa kau sadar, semakin kita dekat, semakin kita lekat..kita semakin tergantung satu sama lain, bahkan rasa itu terungkap dari rasa sakit yang saling kita bagikan..ya..dalam perjalanannya memang kau  pernah membuat airmataku jatuh, kau pernah membuatku dengan terpaksa bangun di tengah malam hanya untuk mengadu pada-Nya, begitupun sebaliknya,  berat berat semua itu, aku dan kamu seakan ingin saling menghilang, bak air dan api tak mengerti bagaimana meleburkan diri..
Tapi aku tahu bukanlah cinta tanpa coba dan uji, semua itu hanya salah satu episode hidup yang kita lalui, nyatanya aku merasa kita lebih kuat, menjadi mengerti bagaimana arti memiliki setelah nyaris kehilangan. aku dan kamu jauh di dasar hati adalah dua manusia yang tak bisa dipisahkan, kita sudah memulai dan kita juga nanti akan sama-sama berakhir dalam rengkuhan-Nya...
Cinta..aku memaafkanmu dan aku juga tahu kau memaafkanku, aku tulus ingin denganmu, mencintaimu, sayangimu..hal terindah bersama-sama mengayuh biduk di bahtera hingga menepi di ujung bahagia dalam ridho-Nya
Ah Cinta, tahu tidak? semakin kesini kenapa kita semakin mirip ya, kau tahu aku melihat kau mulai keras kepala seperti aku dan aku sebaliknya makin banyak diam sepertimu dulu..he..aneh juga ya. tapi mungkin begitulah semakin mencintai maka akan semakin menyerupai.
Kan kujaga semua ini, tak terbiar lagi...karena hidup hanya sekali..
Matamu..mata elangku akan tetap jadi milikku..*kok airmataku keluar ya*
Selamanya..selamanya...
Amin....

Comments [0]

Yang Tertinggal

Chapter 1

Serapuh Dandelion
Berjejak tersaput untaian kata
Kini berlalu entah kemana
Kau hilang, dia hilang
Senyap…


Chapter 2

Tolong…
Bawa tentangmu darinya
Semuanya, tanpa terlewatkan

Dia lelah..nyaris menyerah..
Kenangan itu 
Hanya kan terhenti
Hingga dia temui jawabmu..

Bukan hatimu …
Percayalah!!

Comments [0]

Celah

Ku sadari perjalanan ini mungkin akan masih panjang atau singkat saja (baca: karena tutup usia), entahlah di saat-saat tertentu saat detik-detik yang tak mampu kuperkirakan rasanya ada sesuatu yang merampas perasaan "baik-baik saja" yang kujalani meski hanya untuk beberapa jeda.

Kau tahu rasanya kawan?

Sesak..ya sesak tak tertahankan, bahkan airmatapun tak kuasa kutahan, kubiarkan mengalir luruh menikmati asa dalam jiwa yang bahkan tak kumengerti karena apa, setelah itu biasanya kuingin sendiri merasakan sunyi, memikirkan kembali segala hal yang kulalui, apa yang ingin kugapai untuk menjadi mimpi terbaikku di kemudian hari.

Rabb, mungkin saat-saar seperti ini yang dinamakan futur ya, dan tentu Engkaulah sebaik-baik penolong dan penawar kegundahan hati, entahlah aku merasa seolah-olah ada celah di hatiku, seolah ada sudut hatiku yang tak mampu ku isi dengan baik bahkan kusendiri tak tahu dengan apa ku harus mengisinya. Aku menyadari segala hal yang telah kulakukan ya Rabb, yang kualami yang menimpa, segala uji yang Engkau beri, mungkin saja ada yang mampu kuhadapi atau sebaliknya yang membuat reaksiku tak ada di jalan ridho-Mu, karena itu ampunilah aku.

Ya Rabb, mengharap rahmat-Mu, itu ku selalu. Amin

 

Comments [0]

Game Over

We wont make stupid mistake, coz a life isnt a game but the short journey to take an eternity. I do..always do, with you. take a better place each day and everything will gonna be okay. Dont look back, lets face tomorrow with love and we are sure that Allah bless us forgood. Amin

Comments [0]

Missed u so much

Dirimu tak mengira betapa cerdiknya aku, betapa pintarnya aku, aku mampu untuk bersembunyi darimu, darinya, dari kalian dari mereka dari semua dan segala tapi aku tahu aku tak akan pernah luput dari penglihatan-Nya. Jadi jangan pernah cemaskan aku, ingatkan saja bahwa Dia tak pernah tidur bahwa balas itu ada, dan kuyakinkan hatiku akan jadi milikmu selamanya ya selamanya.

Comments [0]

Ada gerimis di mataku..saat kupandangi wajahnya yang layu, sosoknya yang renta, kulitnya yang penuh bercak taak sehat, akh akhirnya ku mual karenanya perutku seperti diaduk-aduk melihat pemandangan begitu.

Semakin lama kuamati, sosok lelaki tua renta itu tampak makin sederhana, rasa mualku hilang seketika diganti rasa iba, ya Tuhan apa gerangan terjadi dengannya. kenapa di mas tua malah harus menderita, ah janga..jangan..aku tak ingin mengalaminya, pun tentu dia tak mau, ku tahu itu. Maafkan prasangka saya Pak Tua, akh yang ternyata mata sebelah kananya bahkan tak mampu melihat warna kehidupan

Ah spertinya aku harus melakukan sesuatu kurogoh tas gendongku ada kutemukan disana, Pak!!..ini..ah subhanalloh dia sangat berprasangka baik, dia mengira aku menukarkan recehan..tidak Pak ini untuk Bapak, entah gumaman, mungkin dia berdoa aku hanya mampu mengangguk-angguian kepala, tak jelas ku mendengarnya, hanya kulihat embun di matanya, akupun tak kuasa lagi memandanginya, kubuang jauh-jauh pandangan melihat ke luar jendela, mataku pun ikut berembun. Ya tuhan aku bahagia ku bisa memberi, meski pemberiankan bagaian setitik pasir di lautan luas, aku tahu dia sangat senang menerimanya. Dan ada setitik bahagia berpendar di jiwa..ya cahaya hati karena memberi.

Saat turun, dia masih berkata dan sepenuh ahti memberiku doa, aku hanya mengucap kata Amin. ya Rabb semoga semuanya menjadi kebaikan, jadikanlah aku mukmin yang mampu memberi, selalu memberi dengan hanya berharap akan ridho dan balasan darimu, memberi dan memberi tanpa aku mencari alasan kenapa aku harus memberi....

Hari sudah malam, aku teringat Pak Tua yang tadi siang, masih trenyuh terasa.. di dada..Ya Tuhan ampuni aku yang terkadang tak mampu bersyukur dan bersabar, padahal hanya kepada Engkau segala pinta dan kesah.

Rabb lindungilah aku, jadikan hamba-Mu selalu di jalan taqwa..lindingi Aku dari ucapan tak berguna, dari perbuatan yang nista, dan dari diam yang membawa mara bahaya.

Rabb..Rabb..kepada-Mu aku memohon..

 

Comments [0]

Ayo..ayo...sirnakanlah aku, jika itu inginmu, laksana satu tiupan saat kau menerbangkan debu di kaca jendela kamar kita, Kini bukan hanya titik embun dalam kelopak mungil itu namun dua aliran sungai yang mengalir deras seraya berkata..mana..mana ingin kucari muaraku yang hilang dulu Aku bukan bidadari, rupaku tak selembut sutera tak elok berkilau layaknya permata namun bisakah kau melihat apa yang terdalam kurasa. bukan..bukan harta..bukan raga.. namun rasa..untuk merasa...dimana jika cinta menyentuhnya bahkan rembulan malu kepada awan bahkan awan berseimut putih tebal di bawah langit biru.. Tuhan, aku tak layak menangis.. Karena cinta-Mu masih kugenggam Engkaulah muara dua aliran sungai bimbang tanpa kebeningan Tuhan Aku pada-Mu, mengadu

Comments [0]

Aku Padamu

Aku tahu, kau begitu, karena sangat mencintaiku

Tapi kumohon, hidupku tak hanya di duniamu

Jadi, biarkan ku berteman dengan sunyiku sekali-sekali

Dan kau hanya melihatku dari jauh lewat senyummu

Dan senyum itu akan jadi milikku terus

Bak aliran sungai tiada henti

Selembut awan , setemaran sinar bulan

Aku padamu, cinta yang tak terlukiskan

(23:57)

 

 

 

 

 

Comments [0]

Kukira

Kukira karena terbiasa..

Kukira aku memang tak berdaya

Kukira..aku memang tak akan pernah bisa..

Kukira hatiku kan selalu bicara

Kukira aku hanya mengira

Tapi benar adanya..

Kukira..

 

 

Comments [0]