Ayo..ayo...sirnakanlah aku, jika itu inginmu, laksana satu tiupan saat kau menerbangkan debu di kaca jendela kamar kita, Kini bukan hanya titik embun dalam kelopak mungil itu namun dua aliran sungai yang mengalir deras seraya berkata..mana..mana ingin kucari muaraku yang hilang dulu Aku bukan bidadari, rupaku tak selembut sutera tak elok berkilau layaknya permata namun bisakah kau melihat apa yang terdalam kurasa. bukan..bukan harta..bukan raga.. namun rasa..untuk merasa...dimana jika cinta menyentuhnya bahkan rembulan malu kepada awan bahkan awan berseimut putih tebal di bawah langit biru.. Tuhan, aku tak layak menangis.. Karena cinta-Mu masih kugenggam Engkaulah muara dua aliran sungai bimbang tanpa kebeningan Tuhan Aku pada-Mu, mengadu

Loading mentions Retweet
Posted 3 months ago

0 comments

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter