Sorry...
Hey..whats wrong with her…
She should know
that actually she has no rights..to common it.
So..Plis forgive her…
*Singing "Shape of my heart..."
Hey..whats wrong with her…
She should know
that actually she has no rights..to common it.
So..Plis forgive her…
*Singing "Shape of my heart..."
“Last night….ughhhhhhhh….so sweeeeeeeeeeeeet baby!!!! “
*singing
"Hanya kamu yang bisa, membuat aku menjadi tergila-gila, membuat aku jatuh cinta karna tak ada yang lain sepertimu…ect"
Jeda beberapa jenak ternyata sudah sampai level uring-uringan, sampai merasa tak konsen dan sambil kesal mengerjakan ini itu. Kira-kira sebutan yang pas untuk itu apa ya...
Yeah…. Love is blind ......isnt it??
*sleepy today...
Sang Macan masih berkeliaran di dekatnya tapi dia ga tahan ingin mengintip "warung" itu tempat mereka biasa bertemu, dengan jantung yang berdegup kencang ta karuan dia buka pintunya dan masuk ke dalam, tak lama cuma beberapa detik saja, dan dia menemukan beberapa catatan kecil yang ditinggalkan, tapi sepertinya itu sudah membuat dia seneng dan itu lebih dari cukup untuk sekedar merasa diperhatikan...
fiuuh..hampir saja dia tertangkap Sang Macan yang pelan menggeliat bangun dari tidurnya..secepat kilat dia pergi meninggalkan tempat itu, tempat yang akhir-akhir ini menjadi tempat persinggahannya di kala penat melanda, tempat untuknya berleha-leha menumpahkan segalanya, dan jika beruntung, dia bisa menemui orang itu, orang yang sama setiap kali pertemuan itu ada yang sama-sama penat dan butuh tempat dan lawan bicara, sama-sama mengusir sepi yang sekian lama jadi sahabat setia.
Yah tempat itu begitu tersembunyi dan hanya mereka yang tahu, namun untuk kesana banyak sekali rintangan yang menghadang, Sang macan yang bisa mengaum setiap saat, sang serigala yang seolah ikut-ikutan bersarang di sekitaran, Hmm tak mudah kesana namun justru ketakutan-ketajutan itulah yang membuat mereka bergairah mengunjunginya, seakan ada magnet raksasa yang menyedot masuk ke dalamnya, terkadang saat meraka sedang bersama begitu berat mesti berpisah, seolah-olah tempat itu adalah surga untuk tertawa, marah bahkan menangis. Semua rasa bisa tertumpah ruah disana, tak ada sekat norma..semua kata melebur bersenyawa memberikkan sensasi yang tak akan ada habis-habisnya, dan disanalah hidup seolah penuh pesona.
Dia dan tempat itu adalah bagian yang tak terpisahkan dalam episode kehidupan selanjutnya.
Tempat itu...adakah abadi??
Yang tampak bukanlah benar-benar tampak
Hanya menilai dari yang tampak maka tak benar-benar menilai
Biarkan begitu adanya
Pikiran manusia berbicara sesukanya
Penilaian berjalan seenaknya
Haks siapa peduli....
Bagi dia, cukup kehidupan yang bercerita
untuk dirinya
Bagi dia ..
Yah bagi dia...hanya bagi dia..sahaja
Tersenyum pada dunia...
Ni’mati segalanya...