Celah

Ku sadari perjalanan ini mungkin akan masih panjang atau singkat saja (baca: karena tutup usia), entahlah di saat-saat tertentu saat detik-detik yang tak mampu kuperkirakan rasanya ada sesuatu yang merampas perasaan "baik-baik saja" yang kujalani meski hanya untuk beberapa jeda.

Kau tahu rasanya kawan?

Sesak..ya sesak tak tertahankan, bahkan airmatapun tak kuasa kutahan, kubiarkan mengalir luruh menikmati asa dalam jiwa yang bahkan tak kumengerti karena apa, setelah itu biasanya kuingin sendiri merasakan sunyi, memikirkan kembali segala hal yang kulalui, apa yang ingin kugapai untuk menjadi mimpi terbaikku di kemudian hari.

Rabb, mungkin saat-saat seperti ini yang dinamakan futur ya, dan tentu Engkaulah sebaik-baik penolong dan penawar kegundahan hati, entahlah aku merasa seolah-olah ada celah di hatiku, seolah ada sudut hatiku yang tak mampu ku isi dengan baik bahkan kusendiri tak tahu dengan apa ku harus mengisinya. Aku menyadari segala hal yang telah kulakukan ya Rabb, yang kualami yang menimpa, segala uji yang Engkau beri, mungkin saja ada yang mampu kuhadapi atau sebaliknya yang membuat reaksiku tak ada di jalan ridho-Mu, karena itu ampunilah aku.

Ya Rabb, mengharap rahmat-Mu, itu ku selalu. Amin

 

Loading mentions Retweet
Posted 1 month ago

0 comments

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter